Festival Teater Remaja Jabar 2027 Diarahkan Berpusat di Taman Buni Sora, Subang
Ketua Umum Komunitas KDM Nusantara, Mursali Bachtiar
SUBANG, CNI — Taman Buni Sora, kawasan Lembur Pakuan, Subang, Jawa Barat, diproyeksikan menjadi pusat pelaksanaan Festival Teater Remaja tingkat SMA/SMK se-Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pada April-Mei 2027.
Rencana tersebut mengemuka saat Ketua Umum Komunitas KDM Nusantara, Mursali Bachtiar atau yang akrab disapa Kang Arya, melakukan survei lokasi di kawasan Lembur Pakuan, Subang, Selasa (8/9/2026).
Kang Arya mengatakan, festival tersebut pada awalnya direncanakan digelar di Gedung Sate, Bandung. Namun, setelah melalui diskusi dengan sejumlah komunitas, pihaknya mempertimbangkan Lembur Pakuan sebagai lokasi utama penyelenggaraan.
"Awalnya kami merencanakan berlangsung di Gedung Sate, Bandung. Tetapi setelah berdiskusi secara intens dengan komunitas, kami lebih cenderung menyelenggarakannya di Lembur Pakuan," ujar Kang Arya kepada wartawan saat survei lokasi.
Meski demikian, ia menegaskan lokasi tersebut belum ditetapkan secara final. Kepastian tempat pelaksanaan festival akan dibahas lebih lanjut setelah Komunitas KDM Nusantara melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada awal Oktober 2026.
Menurut Kang Arya, Taman Buni Sora dinilai memiliki daya tarik kuat sebagai lokasi festival karena merupakan salah satu destinasi wisata yang identik dengan Lembur Pakuan dan ramai dikunjungi masyarakat.
Pada akhir pekan, jumlah pengunjung kawasan tersebut disebut dapat mencapai sekitar 1.000 hingga 1.500 orang.
Namun, bukan semata faktor pariwisata yang menjadi alasan pemilihan lokasi. Kang Arya menyebut adanya keterkaitan erat antara festival tersebut dengan gagasan Dedi Mulyadi mengenai program "Teater Masuk Sekolah".
"Teater Masuk Sekolah merupakan inisiatif KDM. Sebagai Ketua Komunitas KDM Nusantara, saya ingin ikut merealisasikannya karena program tersebut sangat bagus. Langkah awalnya adalah melalui festival teater tingkat remaja ini," katanya.
Ia menjelaskan, festival tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi atau pertunjukan seni bagi pelajar. Lebih jauh, kegiatan itu diarahkan menjadi ruang bagi siswa SMA/SMK untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan seni peran, sekaligus keberanian tampil di hadapan publik.
Menurut dia, teater juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Selain kemampuan berakting, kegiatan teater dapat melatih kerja sama, kedisiplinan, komunikasi, kreativitas, kepercayaan diri, hingga kepekaan sosial.
"Karena itu, kami ingin festival ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem teater pelajar di Jawa Barat sekaligus mendorong gagasan Teater Masuk Sekolah agar dapat diwujudkan secara lebih luas," ujarnya.
Konsep Festival Diubah
Dalam konsep awal, festival dirancang berlangsung secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga tingkat provinsi. Mekanisme tersebut dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada kelompok teater pelajar dari berbagai daerah mengikuti proses seleksi sebelum tampil pada tingkat provinsi.
Namun, konsep tersebut kini tengah disesuaikan.
Apabila Taman Buni Sora ditetapkan sebagai lokasi utama, festival tidak lagi menggunakan pola penyisihan di setiap kabupaten/kota. Kegiatan akan dikemas secara terpusat dan berlangsung selama sekitar satu bulan pada Sabtu dan Minggu dalam rentang April-Mei 2027.
Format tersebut diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi pelajar dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat untuk tampil, berinteraksi, sekaligus menunjukkan kreativitas mereka di bidang seni teater.
Survei ke Taman Buni Sora menjadi salah satu tahapan awal Komunitas KDM Nusantara dalam mematangkan konsep festival yang ditargetkan melibatkan pelajar SMA/SMK dari seluruh Jawa Barat.
Kegiatan itu sekaligus diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem seni pertunjukan di kalangan pelajar serta membuka jalan bagi implementasi program "Teater Masuk Sekolah" secara lebih luas di Jawa Barat.* (Eg)

Komentar via Facebook