Pencarian Resmi Dihentikan, KWP Gelar Doa untuk 5 Jurnalis dan 3 ABK yang Hilang

Avatar photo

Crime News Investigasi - Admin

, 18 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Pencarian Resmi Dihentikan, KWP Gelar Doa untuk 5 Jurnalis dan 3 ABK yang Hilang

JAKARTA, CNI— Penghentian operasi pencarian oleh tim SAR tidak menyurutkan harapan insan pers untuk menemukan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang di perairan Selat Sunda saat menjalankan tugas jurnalistik di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) menggelar doa bersama di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (18/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bentuk solidaritas sekaligus dukungan moral bagi para korban dan keluarga yang hingga kini masih menanti kabar.

Doa bersama digelar sehari setelah operasi pencarian resmi dihentikan pada Kamis (17/9/2026) malam. Meski pencarian resmi berakhir, KWP menyatakan akan terus mengawal informasi mengenai keberadaan lima jurnalis dan tiga awak kapal tersebut.

Ketua KWP Ariawan mengatakan, pihaknya masih menyimpan harapan agar seluruh korban dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

"Hari ini teman-teman dari Koordinatoriat Wartawan Parlemen beserta seluruh rekan wartawan melakukan doa bersama. Kami masih optimistis dan terus berharap kelima rekan kita, termasuk tiga ABK, dapat ditemukan dalam keadaan selamat," ujar Ariawan.

Kelima jurnalis yang dilaporkan hilang yakni Bagus, Ari Basuki, Yudhistiro, Firdaus, dan Donald. Mereka hilang bersama tiga awak kapal saat melakukan perjalanan di kawasan perairan Selat Sunda.

KWP turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang telah terlibat dalam operasi pencarian. Di sisi lain, komunitas pers mengajak masyarakat, khususnya nelayan di wilayah pesisir Banten hingga Lampung, ikut memperhatikan kondisi perairan dan melaporkan setiap informasi yang berpotensi menjadi petunjuk.

"Kami juga mengimbau masyarakat, terutama para nelayan, ketika menemukan sesuatu yang bisa menjadi petunjuk agar diinformasikan kepada teman-teman wartawan," kata Ariawan.

Menurut dia, solidaritas jurnalis tidak berhenti melalui doa bersama di Kompleks Parlemen. KWP akan membangun komunikasi dengan berbagai organisasi pers nasional untuk memperbarui informasi sekaligus mengupayakan langkah lanjutan terkait pencarian para korban.

"Kami akan membangun komunikasi dengan organisasi wartawan lain untuk terus melakukan upaya pencarian," ujarnya.

Selain mengawal perkembangan pencarian, KWP juga berencana memberikan santunan kepada keluarga lima jurnalis yang hilang. Santunan tersebut disebut sebagai bentuk kepedulian dan kekeluargaan di antara insan pers Indonesia.

"Ini kita berikan sebagai bentuk bahwa kami para jurnalis itu satu keluarga," kata Ariawan.

Doa bersama berlangsung khidmat. Para jurnalis berharap kabar mengenai keberadaan lima rekan seprofesi dan tiga awak kapal segera ditemukan, sekaligus memberikan kepastian bagi keluarga yang hingga kini masih menunggu.

(Eg@)