Komunitas KDM Nusantara Dorong Dedi Mulyadi Maju Pilpres 2029: “Capresnya Tetap KDM, Apa Pun Partainya”
Ketua KDM Nusantara H.M. Bachtiar S.H.
BEKASI, CNI — Komunitas KDM Nusantara mulai mendorong Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk maju sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2029.
Ketua Umum Komunitas KDM Nusantara H.M. Bachtiar S.H. mengatakan, dukungan tersebut merupakan aspirasi komunitas yang ingin Kang Dedi Mulyadi (KDM) menjadi calon presiden pada Pilpres 2029.
Menurut Bachtiar, persoalan partai politik yang nantinya mengusung Dedi Mulyadi bukan menjadi hal utama bagi komunitasnya. Bagi Komunitas KDM Nusantara, yang terpenting adalah sosok yang diusung tetap Dedi Mulyadi.
“Apa pun partai politik yang nanti mengusulkan capres, itu bukan persoalan. Yang terpenting capresnya tetap Kang Dedi Mulyadi,” ujar Bachtiar, kepada Awak Media.
Bachtiar menilai kondisi sosial, ekonomi, dan hukum yang menurutnya menjadi perhatian masyarakat membutuhkan figur pemimpin yang mampu membawa perubahan. Ia menyebut Dedi Mulyadi sebagai sosok yang dinilai komunitasnya memiliki kapasitas untuk memimpin Indonesia ke depan.
Saat ini, Dedi Mulyadi masih menjabat Gubernur Jawa Barat periode 2025–2030. Ia juga menegaskan Dedi Mulyadi masih menjadi kader Partai Gerindra dan menjabat wakil Dewan Pembina partai tersebut.
Karena itu, Bachtiar meminta jajaran pimpinan Partai Gerindra mempertimbangkan aspirasi yang berkembang di masyarakat terkait pencalonan Dedi Mulyadi pada Pilpres 2029.
Ia bahkan meminta Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Presiden Prabowo Subianto untuk membuka ruang bagi Dedi Mulyadi apabila dukungan terhadap pencalonan tersebut semakin menguat.
“Dengan sangat hormat, saya mohon sekiranya legowo mencalonkan Kang Dedi Mulyadi sebagai capres 2029. Bagi kami, ini merupakan kehendak dan aspirasi rakyat,” kata Bachtiar.
Bachtiar mengatakan, Komunitas KDM Nusantara tidak mempermasalahkan kendaraan politik yang nantinya digunakan Dedi Mulyadi untuk maju dalam kontestasi Pilpres 2029.
“Partainya terserah apa. Yang penting capresnya KDM,” ujarnya.
Untuk memperkuat dukungan tersebut, Komunitas KDM Nusantara, kata Bachtiar, tengah mengembangkan jejaring komunitas di berbagai daerah. Jaringan tersebut diarahkan untuk menghimpun dukungan dari masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia.
Meski demikian, pencalonan presiden pada Pemilu 2029 tetap akan bergantung pada proses politik dan mekanisme pencalonan yang berlaku, termasuk keputusan partai politik atau gabungan partai politik yang memenuhi persyaratan.
Wacana pencalonan Dedi Mulyadi untuk Pilpres 2029 sendiri mulai menjadi pembicaraan publik. Namun, hingga kini belum ada keputusan resmi mengenai siapa saja yang akan maju dalam Pilpres 2029. (Eg@)

Komentar via Facebook